Langsung ke konten utama

behind the night

Dingin mengigitr kulit
tubuh mengkerut
tangan menyentuh ubun rambut
dekapan mengerat merengkuh nyaman didekapannya
desakan itu menjalar keseluruh tubuh
dia pun merasakan apa yg kurasa
berbaring
berhadapan
merobohkan akal pikiran ku dan dia akupun
memiliki seutuhnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Tergesa? Mungkin

saat hujan datang pikiran ku meliar rintikan hujan bak runtuhan rasa terpendam dibenak tiap tetesan air yang jatuh bak goresan pensil yang terukir  angin berhembus membawa angan diriku harum debu membuat diriku bergairah akan liarnya pikiran  indahnya hujan membuat alam berwarna usai hujan genangan air seperti tumpukan rasa pelangi bersinar seperti anganku terlihat

Mencoba tapi Tak Bisa

sekuat apapun engkau mencoba berlari dariku engkau akan kembali ke dalam pelukanku sehebat apapun  engkau mencoba membenci  yakinlah dirimu tak kan sanggup setangguh apapun engkau mendustakan hati percayalah kau tak setangguh itu