jangan salahkan aku bilamana ada yg berjarak jangan beri aku senyum kecut yang kau buat aku sudah ulurkan tangan tapi kau tepis saat kau jatuh aku meraih tangan mu tapi kau tak raih aku ingin kembali seperti perkenalan pertama kita wajah lugu, anggukan segan dan jabatan penuh keraguan waktu sudah cukup mengabaikan yang ada sampai kapan kau akan berjarak? sampai kapan kau akan berpura-pura tak mengenal? aku sudah cukup lama menunggu di simpangan jalan pertama kita bertemu tapi yang kudapat hanya suara hujan dan terpaan angin perih di muka harus kau tahu aku bukanlah matahari yang setia menemani siang mu aku bukan pula hujan yang selalu mengiringi guntur aku hanya seorang gadis kecil yang takut akan kehilangan mu
klasik. seperti nyala lilin yang akan mati