Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2012

Puisi Tergesa? Mungkin

saat hujan datang pikiran ku meliar rintikan hujan bak runtuhan rasa terpendam dibenak tiap tetesan air yang jatuh bak goresan pensil yang terukir  angin berhembus membawa angan diriku harum debu membuat diriku bergairah akan liarnya pikiran  indahnya hujan membuat alam berwarna usai hujan genangan air seperti tumpukan rasa pelangi bersinar seperti anganku terlihat

Mencoba tapi Tak Bisa

sekuat apapun engkau mencoba berlari dariku engkau akan kembali ke dalam pelukanku sehebat apapun  engkau mencoba membenci  yakinlah dirimu tak kan sanggup setangguh apapun engkau mendustakan hati percayalah kau tak setangguh itu

Kepedulian yang Terkikis

bintang dan rembulan menyinari gelapnya malam kebimbangan terselimuti dengan rasa keraguan ingin berbagi canda dan kesedihan namun tak jua kau mengerti diri ku haus akan kasihmu rindu akan tawamu namun engkau enggan perduli kesendirian yang kini setia menemaniku kehampaan yang sering kumiliki pagi, siang, malam bahkan kembalinya pagi engkau pun tak sadar jua

behind the night

Dingin mengigitr kulit tubuh mengkerut tangan menyentuh ubun rambut dekapan mengerat merengkuh nyaman didekapannya desakan itu menjalar keseluruh tubuh dia pun merasakan apa yg kurasa berbaring berhadapan merobohkan akal pikiran ku dan dia akupun memiliki seutuhnya