Langsung ke konten utama

Kepedulian yang Terkikis

bintang dan rembulan menyinari gelapnya malam
kebimbangan terselimuti dengan rasa keraguan
ingin berbagi canda dan kesedihan
namun tak jua kau mengerti
diri ku haus akan kasihmu
rindu akan tawamu
namun
engkau enggan perduli
kesendirian yang kini setia menemaniku
kehampaan yang sering kumiliki
pagi, siang, malam bahkan kembalinya pagi
engkau pun tak sadar jua

Komentar

Postingan populer dari blog ini

behind the night

Dingin mengigitr kulit tubuh mengkerut tangan menyentuh ubun rambut dekapan mengerat merengkuh nyaman didekapannya desakan itu menjalar keseluruh tubuh dia pun merasakan apa yg kurasa berbaring berhadapan merobohkan akal pikiran ku dan dia akupun memiliki seutuhnya

Puisi Tergesa? Mungkin

saat hujan datang pikiran ku meliar rintikan hujan bak runtuhan rasa terpendam dibenak tiap tetesan air yang jatuh bak goresan pensil yang terukir  angin berhembus membawa angan diriku harum debu membuat diriku bergairah akan liarnya pikiran  indahnya hujan membuat alam berwarna usai hujan genangan air seperti tumpukan rasa pelangi bersinar seperti anganku terlihat

Mencoba tapi Tak Bisa

sekuat apapun engkau mencoba berlari dariku engkau akan kembali ke dalam pelukanku sehebat apapun  engkau mencoba membenci  yakinlah dirimu tak kan sanggup setangguh apapun engkau mendustakan hati percayalah kau tak setangguh itu