Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Dua Celah yang Bermakna

Ada 2 celah yang gak aku mengerti. kedua celah itu amat istimewa. diisi oleh orang-orang pilihan yang dianugrahkan kepada aku. Sungguh keduanya memilki tempat yang sama, tapi jangan buat aku memilih di antara keduanya karena aku tak akan pernah bisa memilih salah satu di antara kedua celah itu. Celah yang sama-sama tumbuh di masa 16 dan 17 yang begitu memukau, yang menenangkan hati, membuat senyumku terlukis sempurna di wajah, menemani hari-hari panjang penuh perjuangan. ya mereka ada di sana. Walaupun satu celahnya datang terlambat, tapi kedudukannya sama-sama istimewa bagiku

Bagai musim durian

         Aku memilih musim buah durian, mengapa? Karena aku terlalu menyukai buah durian. Aku tahu mesti beberapa bulan menunggu akan adanya musim durian. Tak mengapa bila harus menunggu, karena semua penantian akan terbayar dengan manisnya durian, hambarnya durian, dan wangi durian.         Mengapa harus buah yang berkulit tajam yang kamu pilih? Karena tidak sembarangan orang yang bisa menyentuh buah durian. Harus yang benar-benar tahu buah durian, maka dia tidak akan terluka karena kulit buah durian. Itu salah satu keunikan dari buah durian. Mengapa kamu memilih buah yang untuk menikmatinya saja harus menunggu buah itu jatuh dari pohonnya?  Ini salah satu dari banyak kehebatan buah durian. Hanya orang-orang teguh pendiriannya sajalah yang mampu bertahan untuk menunggu sebuah durian jatuh. Kalau bukan kesabarannya, dia tidak akan tahu rasa dari buah durian.         Apa kamu akan menukar berbulan-bulan penantia...

Ketidaktahuan Kita

jangan salahkan aku bilamana ada yg berjarak jangan beri aku senyum kecut yang kau buat aku sudah ulurkan tangan tapi kau tepis saat kau jatuh aku meraih tangan mu tapi kau tak raih aku ingin kembali seperti perkenalan pertama kita wajah lugu, anggukan segan dan jabatan penuh keraguan waktu sudah cukup mengabaikan yang ada sampai kapan kau akan berjarak? sampai kapan kau akan berpura-pura tak mengenal? aku sudah cukup lama menunggu di simpangan jalan pertama kita bertemu tapi yang kudapat hanya suara hujan dan terpaan angin perih di muka harus kau tahu aku bukanlah matahari yang setia menemani siang mu aku bukan pula hujan yang selalu mengiringi guntur aku hanya seorang gadis kecil yang takut akan kehilangan mu

titik temu

hey cintah kasih rindu sedih bahagia :) segalanya berubah satu demi satu mulai pudar entah kukira ada yang keliru disini tapi aku tak tahu dimana bagian keliru itu ah ya! yang ku tahu pasti keliru itu sudah merayapi sepertiga jalan ku aku tersesat di jalan ku sendiri merasa kedinginan kesepian sendiri tak ada yg bisa ku bagi peluh kutapaki setiap malam jalan-jalan kesedihan aku keliru amat keliru Malam ini, esoknya bahkan seterusnya masih seperti itu aku mecari celah cahaya di tengah kegelapan aku mencari titik terang di tengah tumpukan perasaan ah lamalama aku enyah di jalan ku sendiri sampai detik ini aku tak menemukannya