Langsung ke konten utama

Bagai musim durian

         Aku memilih musim buah durian, mengapa? Karena aku terlalu menyukai buah durian. Aku tahu mesti beberapa bulan menunggu akan adanya musim durian. Tak mengapa bila harus menunggu, karena semua penantian akan terbayar dengan manisnya durian, hambarnya durian, dan wangi durian.
        Mengapa harus buah yang berkulit tajam yang kamu pilih? Karena tidak sembarangan orang yang bisa menyentuh buah durian. Harus yang benar-benar tahu buah durian, maka dia tidak akan terluka karena kulit buah durian. Itu salah satu keunikan dari buah durian.
Mengapa kamu memilih buah yang untuk menikmatinya saja harus menunggu buah itu jatuh dari pohonnya?  Ini salah satu dari banyak kehebatan buah durian. Hanya orang-orang teguh pendiriannya sajalah yang mampu bertahan untuk menunggu sebuah durian jatuh. Kalau bukan kesabarannya, dia tidak akan tahu rasa dari buah durian.
        Apa kamu akan menukar berbulan-bulan penantian untuk sekadar musim yang bertahan berhari-hari? Hah ini yang sulit untukku jawab. Entah, aku masih ingin menikmati musim buah duriannya lebih lama padahal aku tahu musim itu tak akan bertahan lebih dari 3 minggu. aku terlalu egois untuk hal yang paling aku sukai. Ya musim buah durian. Tetapi selama ini aku masih menikmatinya menukar beberapa bulan untuk beberapa hari saja. Tak mengapa bilamana harus begitu. Aku akan teguh atas musim buah durian.
       Dia bertanya kembali: “aku pernah melihat ada seseorang memanjat pohon durian, apa dia termasuk orang yang bersabar menunggu buah durian? Padahal dia bisa menjemput buah durian”. Pemuda itu belum benar-benar tahu sejatinya buah durian. Buah yang masih segan untuk jatuh berarti belum benar-benar masak untuk dibuka. Kau ingin yang instan tapi rasa mengecewakan atau menunggu dengan janji rasa buah yang manis? Aku menggeleng penuh hormat, tidak, tidak usah kau pusingkan jawabanmu.  Aku tahu benar jawabanmu sesungguhnya. Lalu aku tersenyum, tetapi dia malah menghiasi wajahnya dengan senyum masam.

      Sejatinya, aku hanya ingin menunggu musim buah durian yang terjatuh dari pohonnya. Tidak usah dijemput akan buahnya. Waktu akan mendatangkan musim itu J. Cukup bagimu untukku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

behind the night

Dingin mengigitr kulit tubuh mengkerut tangan menyentuh ubun rambut dekapan mengerat merengkuh nyaman didekapannya desakan itu menjalar keseluruh tubuh dia pun merasakan apa yg kurasa berbaring berhadapan merobohkan akal pikiran ku dan dia akupun memiliki seutuhnya

Puisi Tergesa? Mungkin

saat hujan datang pikiran ku meliar rintikan hujan bak runtuhan rasa terpendam dibenak tiap tetesan air yang jatuh bak goresan pensil yang terukir  angin berhembus membawa angan diriku harum debu membuat diriku bergairah akan liarnya pikiran  indahnya hujan membuat alam berwarna usai hujan genangan air seperti tumpukan rasa pelangi bersinar seperti anganku terlihat

Mencoba tapi Tak Bisa

sekuat apapun engkau mencoba berlari dariku engkau akan kembali ke dalam pelukanku sehebat apapun  engkau mencoba membenci  yakinlah dirimu tak kan sanggup setangguh apapun engkau mendustakan hati percayalah kau tak setangguh itu