Langsung ke konten utama

Puisi Tergesa? Mungkin

saat hujan datang pikiran ku meliar
rintikan hujan
bak runtuhan rasa terpendam dibenak
tiap tetesan air yang jatuh
bak goresan pensil yang terukir 
angin berhembus
membawa angan diriku
harum debu
membuat diriku bergairah akan liarnya pikiran 
indahnya hujan
membuat alam berwarna
usai hujan
genangan air seperti tumpukan rasa
pelangi bersinar seperti anganku terlihat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

behind the night

Dingin mengigitr kulit tubuh mengkerut tangan menyentuh ubun rambut dekapan mengerat merengkuh nyaman didekapannya desakan itu menjalar keseluruh tubuh dia pun merasakan apa yg kurasa berbaring berhadapan merobohkan akal pikiran ku dan dia akupun memiliki seutuhnya

Mencoba tapi Tak Bisa

sekuat apapun engkau mencoba berlari dariku engkau akan kembali ke dalam pelukanku sehebat apapun  engkau mencoba membenci  yakinlah dirimu tak kan sanggup setangguh apapun engkau mendustakan hati percayalah kau tak setangguh itu