Langsung ke konten utama

Terima Kasih, Kuberpaling.

kayu mulai usang
begitu pula kasihku padanya
waktu telah mematikan rasa sampai dasar
menyelinapkan akan rasa dahulu
setitik kau tak nampak
saatku berpaling

Komentar

Postingan populer dari blog ini

behind the night

Dingin mengigitr kulit tubuh mengkerut tangan menyentuh ubun rambut dekapan mengerat merengkuh nyaman didekapannya desakan itu menjalar keseluruh tubuh dia pun merasakan apa yg kurasa berbaring berhadapan merobohkan akal pikiran ku dan dia akupun memiliki seutuhnya

Puisi Tergesa? Mungkin

saat hujan datang pikiran ku meliar rintikan hujan bak runtuhan rasa terpendam dibenak tiap tetesan air yang jatuh bak goresan pensil yang terukir  angin berhembus membawa angan diriku harum debu membuat diriku bergairah akan liarnya pikiran  indahnya hujan membuat alam berwarna usai hujan genangan air seperti tumpukan rasa pelangi bersinar seperti anganku terlihat

Mencoba tapi Tak Bisa

sekuat apapun engkau mencoba berlari dariku engkau akan kembali ke dalam pelukanku sehebat apapun  engkau mencoba membenci  yakinlah dirimu tak kan sanggup setangguh apapun engkau mendustakan hati percayalah kau tak setangguh itu