Langsung ke konten utama

tujuh belas

perayaan tujuh belas yang anggun!
tersesat hingga jauh dari tujuan
menghabiskan bermenit-menit waktu yang ada
hingga tiba di tempat yang dimaksud.
tertawa bahagia sewaktu bermain sepatu es
mencoba trik berbelok ajaran asfar
dan mencoba jatuh ke permukaan es yang dingin
tapi sayangnya asfar enggan jatuh.
setelah sudah cukup perayaan tuju belas "berembun"
aku dan asfar bertolak ke tempat "hangat cahaya lampu kota"
disana kami memutuskan untuk melahap habis satu burger
dan itu lebih dari cukup membungkam perut.
senang sudah, gila-gilaan tentu tak ketinggalan, malu-maluin pun turut ikut.
perayaan tujuh belas  dibantu hujan yang menderas ketika hendak pulang
sama seperti tujuh belas mei tahun lalu.
mungkin perayaan tujuh belas selalu akan ada hujan turun
untuk memberi bumbu romantis.
andai aku bisa memohon untuk selalu ada bumbu pemanis untuk kami
bukan di tanggal tertentu saja, tapi di semua tanggal bahkan disetiap waktu.
perangai yang jelek suka buat onar! yang buat aku memilihnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

behind the night

Dingin mengigitr kulit tubuh mengkerut tangan menyentuh ubun rambut dekapan mengerat merengkuh nyaman didekapannya desakan itu menjalar keseluruh tubuh dia pun merasakan apa yg kurasa berbaring berhadapan merobohkan akal pikiran ku dan dia akupun memiliki seutuhnya

Puisi Tergesa? Mungkin

saat hujan datang pikiran ku meliar rintikan hujan bak runtuhan rasa terpendam dibenak tiap tetesan air yang jatuh bak goresan pensil yang terukir  angin berhembus membawa angan diriku harum debu membuat diriku bergairah akan liarnya pikiran  indahnya hujan membuat alam berwarna usai hujan genangan air seperti tumpukan rasa pelangi bersinar seperti anganku terlihat

Mencoba tapi Tak Bisa

sekuat apapun engkau mencoba berlari dariku engkau akan kembali ke dalam pelukanku sehebat apapun  engkau mencoba membenci  yakinlah dirimu tak kan sanggup setangguh apapun engkau mendustakan hati percayalah kau tak setangguh itu