Langsung ke konten utama

Baru Setahun

17 MEI 2013
17 MEI 2014

Skenario yang teramat indah.
ketika di hari yang sama, tanggal serupa walau berbeda tahun, hujan tetap hadir mengiri tanggal di mana kita bersatu.
ber-satu. 
menyatu kita itu unik bagiku-mungkin baginya pun begitu
t-u-j-u-h b-e-l-a-s, tanggal yang sama-sama kita tahu adalah tanggal pembacaan proklamasi negara Indonesia. Tanggal yang menjadi gerbang menuju kata KEMERDEKAAN.
t-u-j-u-h b-e-l-a-s, angka atau tanggal yang juga monumental bagiku, karena di tanggal yang sama, bulan yang berbeda dan tentunya dengan situasi yang berbeda, aku disatukan. Dengan salah satu keturunan Makasar bermarga Andi. 
Aku ingat betul t-u-j-u-h b-e-l-a-s Mei 2013, dia menyatakan dengan amat lucu, amat gugup, dan terlihat tak serius. 
Tak ada nyanyian cinta saat itu, tak ada orang bertepuk tangan atas pernyataan dia, dan apalagi dengan tawa orang-orang yang melihat tingkahnya. tak ada.
Yang hanya ada alunan senandung gerimis merdu didengar, yang dengan merdunya mengalahkan tepuk tangan orang banyak, apalagi hanya sekadar tawa orang-orang sekitar. Cukup hujan yang menjadi iringan pria Makasar itu.
I y a-an ku seketika bercampur dengan suasana lembab gerimis. lalu aku dan dia menyatu di bawah sisa-sisa hujan malam itu.


18 Mei 2013
18 Mei 2014
Kita sama-sama tahu, bahwa d-e-l-a-p-a-n b-e-l-a-s adalah angka berdirinya negara Indonesia. Tapi tanggal ini sering sekali dikalahkan dengan angka t-u-j-u-h b-e-l-a-s. Mengapa? Karena moment yang ditimbulkan dari t-u-j-u-h b-e-l-a-s ini lebih dahsyat dan kedahsyatannya selalu tumbuh di hati masyarakat Indonesia: Proklmasi.
Sama halnya dengan d-e-l-a-p-a-n b-e-l-a-s Mei 2013, tanggal atau angka inipun peresmian yang sebenarnya dalam menyatunya aku dan dia. Tetapi lagi-lagi delapan belas harus rela dilupakan.


Kini,
t-u-j-u-h b-e-l-a-s Mei 2014
aku masih mencicipi kesabaran, ketulusan, kecemburuan pria Makasar, pria yang sama, pria yang mendendangkan kata amat lucu.
Aku juga masih sama dapat mencium aroma tubuh yang asli darinya, sentuhan nakal dan melakukan hal-hal bodoh yang menggelitik perutku tiap kali kami melakukannya.
Aku menjalani t-u-j-u-h b-e-l-a-s ku dengan centil dan indah. Dia sangat menyenangkan, tapi maaf dalam penutupnya aku tak semenyenangkan yang kau mau.
d-e-l-a-p-a-n b-e-l-a-s Mei 2014
hari ini, aku melaluinya dengan canda, bergurau walau tak bertemu, tapi hei! teknologi sudah berkembang bukan? Lalu buat apa teknologi berkembang bila tidak digunakan dengan baik? aku dapat menatapnya walau sebatas layar laptop yang tak seberapa. Setidaknya itu membayar ketidakkuasaanku bertemu dengannya.

Mencandumu
Zah



Komentar

  1. aku juga mauu bikin aah. gamau kalah saing kitaa:|

    BalasHapus
  2. Ihhhh kok bisa komen:| ciyee fotonyaa:$
    hufeet sama cewenya sendiri gamau kalah saing3-|

    BalasHapus
  3. apacii yg asfar gabisa:| ama fatma aja aku bisa gimana komen doangs wkekeke:$ adaaw ketauan dechh._.
    yaa selama masih bersaing sehat mah rapopo:|

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

behind the night

Dingin mengigitr kulit tubuh mengkerut tangan menyentuh ubun rambut dekapan mengerat merengkuh nyaman didekapannya desakan itu menjalar keseluruh tubuh dia pun merasakan apa yg kurasa berbaring berhadapan merobohkan akal pikiran ku dan dia akupun memiliki seutuhnya

Puisi Tergesa? Mungkin

saat hujan datang pikiran ku meliar rintikan hujan bak runtuhan rasa terpendam dibenak tiap tetesan air yang jatuh bak goresan pensil yang terukir  angin berhembus membawa angan diriku harum debu membuat diriku bergairah akan liarnya pikiran  indahnya hujan membuat alam berwarna usai hujan genangan air seperti tumpukan rasa pelangi bersinar seperti anganku terlihat

Mencoba tapi Tak Bisa

sekuat apapun engkau mencoba berlari dariku engkau akan kembali ke dalam pelukanku sehebat apapun  engkau mencoba membenci  yakinlah dirimu tak kan sanggup setangguh apapun engkau mendustakan hati percayalah kau tak setangguh itu