Langsung ke konten utama

langgar

berjanji namun ingkar
tersenyum malah meyeringai menakutkan
putih tapi sungguh malah hitam yang dilihat
sama seperti apa yang dilakukan
mungkin ya mungkin
dilakukan lalu berkilah khilaf
mungkin  ya mungkin
pencuri duit rakyat tak sadar apa yang dicuri
sampai ada yang memborgol tangan
baru tersadar
mungkin ya mungkin
ingkar tak sadar sampai ada yang
bilang ingkar
mungkin ya mungkin
hidup memang selucu itu


Komentar

Postingan populer dari blog ini

behind the night

Dingin mengigitr kulit tubuh mengkerut tangan menyentuh ubun rambut dekapan mengerat merengkuh nyaman didekapannya desakan itu menjalar keseluruh tubuh dia pun merasakan apa yg kurasa berbaring berhadapan merobohkan akal pikiran ku dan dia akupun memiliki seutuhnya

Puisi Tergesa? Mungkin

saat hujan datang pikiran ku meliar rintikan hujan bak runtuhan rasa terpendam dibenak tiap tetesan air yang jatuh bak goresan pensil yang terukir  angin berhembus membawa angan diriku harum debu membuat diriku bergairah akan liarnya pikiran  indahnya hujan membuat alam berwarna usai hujan genangan air seperti tumpukan rasa pelangi bersinar seperti anganku terlihat

Mencoba tapi Tak Bisa

sekuat apapun engkau mencoba berlari dariku engkau akan kembali ke dalam pelukanku sehebat apapun  engkau mencoba membenci  yakinlah dirimu tak kan sanggup setangguh apapun engkau mendustakan hati percayalah kau tak setangguh itu