Langsung ke konten utama

Fenomena Virus Corona (COVID-19)


Adanya pandemi virus corona (COVID-19) menyebabkan banyaknya kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia, di antaranya ialah kerja dari rumah atau yang biasa disebut Work from Home (WFH) dan belajar di rumah (Home Learning). Tentunya kebijakan tersebut menuai banyak respon dari masyarakat. Kerja dari rumah sudah diberlakukan hampir semua kantor tertanggal 18 Maret 2020, sedangkan belajar dari rumah sudah diterapkan pada tanggal 16 Maret 2020 s.d. 27 Maret 2020.
Belajar di rumah menjadikan masyarakat Indonesia, khususnya pelajar, menjadi lebih akrab dengan aplikasi yang memudahkan kegiatan tersebut, seperti google classroom Tidak hanya itu, banyaknya perusahaan penyedia jasa telekomunikasi dan jaringan telekomunikasi di Indonesia menggratiskan kuota untuk menunjang pembelajaran dari rumah. Sementara itu, ada pula penyedia untuk melakukan pembatasan sosial (social distancing) di antaranya zoom meetings, google hangouts. Jadi masyarakat tetap dapat beraktivitas melalui aplikasi yang disediakan.
Lebih lanjut, walaupun pembelajaran di rumah tetap dapat dilakukan, virus corona (COVID-19) tetap membuat kepanikan bagi masyarakat Indonesia. Kepanikan tersebut ialah langkanya masker, handsoap, penyitasi tangan (handstanitizer), thermometer/thermogun. Akibat virus corona ini, menyebabkan melonjaknya harga masker yang tidak wajar. Tidak hanya masker, harga thermometer, thermogun juga melonjak tinggi dari harga awal. Buruknya sudah langka, mahal pula. Begitulah kondisi Indonesia kini. Seharusnya melihat fenomena ini, pemerintah memberi kebijakan larangan menaikkan harga, khususnya masker, handsoap, thermometer/thermogun, dan penyitasi tangan.
Kepanikan juga tergambar jelas ketika masyarakat berbondong-bondong membeli pasokan makanan yang berlebihan. Memborong pasokan makanan yang berleibihan akan berdampak pada kelangkaan makanan dan kenaikan produk tersebut. Selain itu, untuk memenuhi stok makanan, kurir atau petugas yang mengirim stok harus menunaikan tugasnya, yaitu mengirim makanan ke tempat-tempat yang sudah kosong stok. Padahal kita sama-sama tahu dan mengerti, bahwasanya pemerintah mengimbau tetap di rumah dan melakukan social distanting. Maka dari itu, kita sebagai manusia yang ingin dimanusiakan, belanjalah secukupnya dan utamakan kebutuhan primer jadi kelangkaan makanan bisa dihindari.
        Sampai tulisan ini diturunkan, pemerintah Indonesia belum atau tidak memberlakukan karantina wilayah (lockdown). Kebijakan lockdown belum diambil karena pemerintah setempat masih menerapkan pembatasan sosial (social distancing) dan pemerintah juga mengimbau agar menyemprotkan disinfektan di tempat-tempat keramaian agar mengurangi terinfeksi virus COVID-19. Langkah yang paling mudah udah tidak terjangkit virus ini ialah dengan rutin mencuci tangan dengan sabun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

behind the night

Dingin mengigitr kulit tubuh mengkerut tangan menyentuh ubun rambut dekapan mengerat merengkuh nyaman didekapannya desakan itu menjalar keseluruh tubuh dia pun merasakan apa yg kurasa berbaring berhadapan merobohkan akal pikiran ku dan dia akupun memiliki seutuhnya

Puisi Tergesa? Mungkin

saat hujan datang pikiran ku meliar rintikan hujan bak runtuhan rasa terpendam dibenak tiap tetesan air yang jatuh bak goresan pensil yang terukir  angin berhembus membawa angan diriku harum debu membuat diriku bergairah akan liarnya pikiran  indahnya hujan membuat alam berwarna usai hujan genangan air seperti tumpukan rasa pelangi bersinar seperti anganku terlihat

Mencoba tapi Tak Bisa

sekuat apapun engkau mencoba berlari dariku engkau akan kembali ke dalam pelukanku sehebat apapun  engkau mencoba membenci  yakinlah dirimu tak kan sanggup setangguh apapun engkau mendustakan hati percayalah kau tak setangguh itu