Pergi sebuah novel hasil karangan Tere Liye yang menyuapi berbagai istilah
dalam kehidupan. Sebut saja shadow economy. Penyuapan istilah tersebut
sejujurnya sudah jauh ada lebih dahulu dengan konspirasi keberadaannya. Jika
kalian pernah mendengar keluarga Roosevelt mungkin dialah wujud nyata shadow
economy, menurut konspirasi tentunya. Kembali pada persoalan shadow
economy dalam novel Pergi, Tere Liye menyebut shadow economy terbagi
menjadi 8 perusahaan. Delapan perusahaan tersebut ialah Makau, Meksiko, Miami
Florida, Hong-Kong, Tokyo, Beijing, Ibukota Provinsi, dan Hong Kong. Hong Kong
merupakan pimpinan dari shadow economy. Kedelapan negara tersebut
mempunyai territorial masing-masing dalam menjalankan ekonomi.
Menarik
ditelisik dari segi psikologis, jika ada delapan orang dalam satu kelompok dan
satu orang menjadi pemimpin, cepat atau lambat “keserakahan” pada diri pemimpin
akan muncul. Seperti halnya, shadow economy pada novel Pergi. Pemimpin
mereka ialah “Master Dragon”, sebutan ini mungkin saja terasa amat fiktif,
tetapi who knows? Master Dragon memiliki ambisi-ambisi untuk
meluluhlantakkan derajat keluarga Ibukota Provinsi, keluarga Tokyo, dan Keluaga
Makau. Ambisi ini menjadikan Master Dragon gelap mata. Terdengar sangat dekat dengan
kehidupan nyata bukan? Kabar dunia sekarang sama dengan kondisi psikologis shadow
economy, melahap sumber daya apapun demi mengguritakan kekayaan di dunia.
Sebelum jauh bicara, arti harfiah shadow economy ialah ekonomi bayangan. Mengapa disebut ekonomi bayangan? Karena mereka melakukan
aktivitas perekonomian di balik layar. Sampai di sini perlu dipahami bahwa yang
terang saja bisa licik, bagaimana yang gelap? Di balik layar berarti menggerakan
perekonomian dengan segala keilegalan sekaligus kelegalannya. Disebut ilegal ketika
perekonomian bergerak di bidang prostitusi, narkoba, perjudian, disebut pula
legal saat perekonomian keluarga shadow economy mengurus aset yang
termaktub dalam suatu negara.
Novel Pergi juga mengutarakan fakta pun sebaliknya bahwa VOC, iya
VOC (Vareenigde Oostindische Compagnie) yang didirikan oleh Belanda di masa penjajahan, adalah perusahaan
pertama yang menerbitkan saham pembiayaan penjajahan. Kaget? Tentu, namun
kekagetan tidak berhenti sampai di situ karena diduga VOC dan EIC (East India Company) wujud nyata lainnya shadow
economy pada zamannya.
Sisi lain penyuapan novel Pergi ialah penyuapan
pemahaman hidup. Karena sudah bukan rahasia umum ketika Tere Liye membuat
mahakarya akan banyak tersirat pun tersurat pemahaman hidup yang bijak dan
nyata. Pemahaman hidup tersebut digambarkan dalam dialog antartokoh, semisal, “Urusan
sepenting apapun bisa menunggu, tapi makanan hangat tidak. Jika tidak segera
disantap, dia akan dingin” tutur Salonga. Tuturan lain Salonga dalam cerita dua
petani ialah “Persis matahari di atas kepala dia istirahat, menikmati makan
siang, sambil menyaksikan sawahnya yang subur. Sore hari dia pulang, menikmati
makan malam, kemudian tidur lelap, penuh rasa syukur. Setiap hari. Dia tidak
perlu menunggu memiliki banyak hal untuk menikmati hidup ini. Dari
segala pemahaman hidup, satu yang sering terlupa oleh tujuh miliar orang di
muka bumi, yaitu bersyukur. Maka dari itu, jangan menunggu nanti karena
bersyukur bisa kamu lakukan persis setelah kamu membaca tulisan ini.
Komentar
Posting Komentar