Langsung ke konten utama

Postingan

Mengabadikan ingatan dalam Novel Pergi

Pergi sebuah novel hasil karangan Tere Liye yang menyuapi berbagai istilah dalam kehidupan. Sebut saja shadow economy . Penyuapan istilah tersebut sejujurnya sudah jauh ada lebih dahulu dengan konspirasi keberadaannya. Jika kalian pernah mendengar keluarga Roosevelt mungkin dialah wujud nyata shadow economy , menurut konspirasi tentunya. Kembali pada persoalan shadow economy dalam novel Pergi , Tere Liye menyebut shadow economy terbagi menjadi 8 perusahaan. Delapan perusahaan tersebut ialah Makau, Meksiko, Miami Florida, Hong-Kong, Tokyo, Beijing, Ibukota Provinsi, dan Hong Kong. Hong Kong merupakan pimpinan dari shadow economy. Kedelapan negara tersebut mempunyai territorial masing-masing dalam menjalankan ekonomi. Menarik ditelisik dari segi psikologis, jika ada delapan orang dalam satu kelompok dan satu orang menjadi pemimpin, cepat atau lambat “keserakahan” pada diri pemimpin akan muncul. Seperti halnya, shadow economy pada novel Pergi. Pemimpin mereka ialah “Master Dragon”, ...
Postingan terbaru

Subjektivitas Crash Landing On You

Berawal dari percakapan ringan senja, Musfiah Saidah merekomendasikan film Korea berjudul Crash on Landing you. Rekomendasi tersebut kutelan mentah-mentah, yang menjadikan aku menonton film tersebut hingga usai. Film tersebut rupanya membawa tema yang bagiku sensitif, yakni Korea Utara dengan Korea Selatan. Film Crash Landing on you menceritakan dengan apik ketegangan antara kedua negara tersebut. Pun menggambarkan kehidupan seakan-akan nyata Korea Utara. Kehidupan tersebut menyiratkan akan sulitnya teknologi mencapai negara itu karena dalam cerita tidak ada satupun warga di salah satu desa memegang gawai, kecuali orang-orang yang berpangkat tinggi. Ibu rumah tangga di sana juga harus bekerja untuk memenuhi urusan “perut”. Dan hampir di setiap dinding berbicara untuk selalu taat pada pimpinan negara. Gambaran mengenai kehidupan desa di Korea Utara berlanjut pada panggilan Kamerad. Kamerad merupakan anggota separtai. Namun, kata tersebut mengalami perluasan makna yaitu teman atau...

Fenomena Virus Corona (COVID-19)

Adanya pandemi virus corona (COVID-19) menyebabkan banyaknya kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia, di antaranya ialah kerja dari rumah atau yang biasa disebut Work from Home (WFH) dan belajar di rumah (Home Learning). Tentunya kebijakan tersebut menuai banyak respon dari masyarakat. Kerja dari rumah sudah diberlakukan hampir semua kantor tertanggal 18 Maret 2020, sedangkan belajar dari rumah sudah diterapkan pada tanggal 16 Maret 2020 s.d. 27 Maret 2020. Belajar di rumah menjadikan masyarakat Indonesia, khususnya pelajar, menjadi lebih akrab dengan aplikasi yang memudahkan kegiatan tersebut, seperti google classroom Tidak hanya itu, banyaknya perusahaan penyedia jasa telekomunikasi dan jaringan telekomunikasi di Indonesia menggratiskan kuota untuk menunjang pembelajaran dari rumah. Sementara itu, ada pula penyedia untuk melakukan pembatasan sosial (social distancing) di antaranya zoom meetings, google hangouts. Jadi masyarakat tetap dapat beraktivitas mel...

Kata Populer Akibat Corona (COVID-19)

Coronavirus (COVID-19) secara tidak sadar membuat masyarakat sering menggunakan kosakata  pandemi, epidemic, lockdown, WFH, home learning, disinfektan, suspek, kompilasi, thermogun, thermometer, handstanitizer, masker, handsoap. Namun banyak dari masyarakat yang tidak betul-betul mengerti arti dari kata tersebut. Berikut arti kosakata tersebut: a.   Pandemi: wabah yang berjangkit serempak di mana-mana, meliputi daerah  geografi yang luas b. Epidemi : penyakit menular yang berjangkit dengan cepat di daerah yang luas dan  menimbulkan banyak korban, misalnya penyakit yang tidak secara tetap  berjangkit di daerah itu; wabah c.   Lockdown : karantina wilayah d. Work from Home (WFH) : Kerja dari rumah e. Home Learning: Belajar di rumah f.   Masker: (1) alat untuk menutup muka; topeng, (2) kain penutup mulut dan hidung (seperti yang dipakai oleh dokter dan perawat di rumah sakit g. Thermometer : alat ukur suhu h. Handstanitizer: penyanit...

Eyang Pertiwi Menutup Usia

11 September tepat di Rabu kelabu. Delapan puluh tiga, putra terbaik menutup usia. meneteskan hujan di setiap ujung mata para pengidola meremas hati tak segan tuk ditinggal Putra terbaik yang dianak-tirikan.  menduduki tahta hanya beberapa purnama lalu turun. demi mempersilakan kasta penggerogot rakyat berkedok merakyat lembarannya pun tak diterima oleh gedung hijau.  Walau ditolak, Putra terbaik  mampu berdiri, di bumi pertiwi bahkan di bawah naungan eropa Wahai putra terbaik, tanahku, amat menjunjung keagungan namun, yang tersampaikan salah asuh. Yang mana, putra terbaik menjadi milik putra eropa. meski tetap nasionalis, merah putih. Putra terbaik, dielu-elukan atas cinta kasih pada tulang rusuknya yang telah mendahuluinya beribu-ribu hari. kini,  putra terbaik tak lagi milik pertiwi. kini, putra terbaik menempati kalibata bersama permaisurinya untuk ditangguhkan kembali  sampai hari yang dijanjikan.

Rekomendasi Sewa Alat Gunung dan Tips Cara Menyewa.

Di era yang serba canggih ini, tetap masih ada masyarakat yang senang tanpa kecanggihan tersebut. Masyarakat yang dimaskud adalah orang-orang yang masih rindu dan menjadi candu akan keindahan yang dijanjikan di atas gunung. Tanpa adanya gemerlap kota, gedung-gedung pecakar langit melainkan hamparan lautan awan putih, pepohonan, sinar mentari yang menyambut lembut wajah, dan tak terkecuali tiupan angin yang menyejukkan. Untuk mencapai puncak tentunya perlu adanya persiapan fisik dan perlengkapan naik gunung. Persiapan fisik dapat dimulai dari lari-lari kecil selama lima belas menit per harinya, lalu jika lima belas menit dirasa kurang, kamu dapat memperlama larinya menjadi dua puluh hingga tiga puluh menit (semampunya ya). Bukan saja kesiapan fisik, namun persiapan perlengkapan tidak kalah penting ya! Banyak pemula (naik gunung) yang mengkhawatirkan perlengkapan naik gunung karena kalau mau beli mahal dan dipakainya hanya beberapa kali bahkan bisajadi hanya sekali pakai. Untuk p...

Pensi yang Menjadi Tradisi

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Jakarta merupakan sekolah Madrasah yang mempunyai pensi yang dinamai “Birthday of MAN 4 (BOFMAN). BOFMAN diusung pertama kali pada tahun 2010 oleh OSIS/PPK MAN 4 yang diketuai oleh Muhammad Abduh (OSIS) dan Muhammad Yasin (PPK). Debut BOFMAN pertama kali mengundang Ten 2 Five sebagai bintang tamu utama dengan harga tiket masuk Rp 35.000,-. Bisa dibilang BOFMAN Part1 meraih kesuksesan yang nyata dengan besarnya antusias penonton yang datang mengakibatkan tiket habis terjual. Di tahun 2011-2017 keberadaan BOFMAN ini “wajib” menjadi pensi tahunan MAN 4 Jakarta. Pasalnya BOFMAN Part2 sampai Part9 sudah banyak memanggil bintang tamu papan atas untuk mengisi acara BOFMAN, di antaranya Sheila On 7, Hivi, TULUS, Nidji, Souljah, Adera, Ebiet G Ade, yang mana nama BOFMAN cukup dikenal di kalangan remaja. Pada tahun 2013, Kemal Pahlevi dipercayai memandu acara sebagai pembawa acara BOFMAN Part3 yang pada saat itu mengundang Sheila On 7. Acara BOFMAN Part 1 hing...